Raih Mandaya Award 2026, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Bawa Lampung Jadi Provinsi Terbaik Penurunan Kemiskinan
- account_circle Rivan Firmansyah
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Raih Mandaya Award 2026, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Bawa Lampung Jadi Provinsi Terbaik Penurunan Kemiskinan
JAKARTA, Akuratlampung.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan bergengsi Mandaya Award 2026 untuk kategori Provinsi Terbaik dalam Penurunan Kemiskinan. Penghargaan yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut diserahkan langsung kepada Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam malam penganugerahan di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Capaian ini menjadi pengakuan tingkat nasional atas keberhasilan Pemprov Lampung dalam merumuskan dan mengeksekusi kebijakan pengentasan kemiskinan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, Lampung dinilai berhasil menggeser pendekatan penanganan kemiskinan dari yang semula bersifat karitatif menjadi berbasis pemberdayaan yang berkelanjutan.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan pemacu semangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Menurutnya, kunci utama penurunan angka kemiskinan di Lampung terletak pada perubahan cara pandang dalam memberdayakan warga.
“Penghargaan ini menjadi dorongan kuat bagi kami untuk terus mengakselerasi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Fokus kita bukan lagi semata-mata mengandalkan bantuan sosial, melainkan membuka seluas-luasnya peluang bagi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi,” ujar Gubernur Rahmat Mirzani Djausal usai menerima penghargaan.
Ia menjelaskan bahwa pengentasan kemiskinan yang sejati tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar harian semata. Lebih dari itu, kehadiran pemerintah harus mampu menciptakan ekosistem yang memberikan kesempatan bagi setiap kepala keluarga untuk tumbuh, berdaya, dan meningkatkan taraf hidupnya secara mandiri dari waktu ke waktu.
Keberhasilan Provinsi Lampung dalam menekan angka kemiskinan secara signifikan ditopang oleh intervensi terpadu yang menyentuh langsung akar perekonomian warga. Terdapat empat fokus utama yang terus diperkuat oleh Pemprov Lampung:
Akselerasi dan Pengembangan UMKM: Mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah agar naik kelas melalui pendampingan usaha, inovasi produk, serta legalitas bisnis.
Peningkatan Keterampilan (Kapasitas SDM): Menyelenggarakan pelatihan vokasi dan kecakapan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri maupun potensi lokal daerah.
Perluasan Akses Pembiayaan dan Pasar: Mempermudah masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha kecil dalam mendapatkan modal usaha yang terjangkau, sekaligus membuka jalur distribusi ke pasar yang lebih luas, baik luring maupun digital.
Penguatan Ekonomi Perdesaan: Mengoptimalkan potensi desa melalui hilirisasi komoditas lokal, penguatan BUMDes, dan pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi di wilayah perdesaan.
Melalui sinergi keempat pilar tersebut, Pemprov Lampung berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah dapat dirasakan secara inklusif hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Ketika desa memiliki perputaran ekonomi yang kuat dan pelaku UMKM memiliki akses pasar yang pasti, kemandirian keluarga akan terbentuk secara alami.
Capaian di ajang Mandaya Award 2026 ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Lampung untuk terus berkolaborasi. Dengan semangat bersama memperkuat pemberdayaan dan memperluas kesempatan kerja maupun usaha, Pemprov Lampung optimistis dapat terus menekan angka kemiskinan dan mewujudkan Lampung yang semakin maju, mandiri, serta sejahtera. (*)
Penulis Rivan Firmansyah
Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).


Saat ini belum ada komentar