Siapkan 2.600 Beasiswa Desa per Tahun, Gubernur Mirza Ajak Kampus Muhammadiyah Bersinergi Cetak SDM Unggul
- account_circle Rivan Firmansyah
- calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Siapkan 2.600 Beasiswa Desa per Tahun, Gubernur Mirza Ajak Kampus Muhammadiyah Bersinergi Cetak SDM Unggul
BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengakselerasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menjamu jajaran pengurus pusat dan daerah Persyarikatan Muhammadiyah di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis malam (25/6/2026).
Pertemuan hangat ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-17 Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (ALPTK PTMA) yang berlangsung pada 25–27 Juni 2026 di Hotel Emersia, Bandar Lampung, serta dihadiri oleh sekitar 101 peserta dan tamu undangan dari seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza memaparkan langkah konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk memperluas akses pendidikan tinggi melalui peluncuran Program Satu Desa Satu Sarjana pada tahun 2027 yang menyasar mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS).
![]()
“Kalau ada sekitar 2.600 desa di Lampung, berarti ada 2.600 anak yang akan kami berikan beasiswa setiap tahun. Kami berharap perguruan tinggi Muhammadiyah dapat menjadi salah satu mitra utama dalam menyukseskan program ini,” ujar Gubernur Mirza.
![]()
Selain beasiswa pendidikan akademik, Pemprov Lampung juga berkomitmen memperkuat pengembangan pendidikan vokasi. Tingginya minat masyarakat terhadap jalur vokasi dinilai menjadi kunci strategis untuk mempercepat penyerapan lulusan ke dunia kerja. Menurut Mirza, pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada proyek fisik semata.
![]()
“Kami yakin investasi terbaik bagi masa depan bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia. Kemajuan Provinsi Lampung hari ini tentunya tidak luput dari sumbangsih Muhammadiyah yang telah berkiprah dan mendidik SDM berkualitas,” tegasnya.
![]()
Lebih lanjut, Gubernur mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Rakernas ke-17 ALPTK PTMA. Ia menilai tema besar Rakernas tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman, di mana Indonesia membutuhkan sosok guru yang tidak sekadar mengajar di kelas, tetapi juga mampu membentuk karakter, memicu kreativitas, serta melahirkan generasi berakhlak mulia yang berdaya saing global.
![]()
Visi penguatan tenaga pendidik ini sejalan dengan arahan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., saat membuka resmi Rakernas ALPTK PTMA. Ia menekankan bahwa kualitas guru di masa depan sangat ditentukan oleh mutu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) hari ini.
![]()
Semakin bagus ekosistem LPTK kita, maka akan semakin bagus juga calon-calon guru yang akan kita dapatkan. Dengan begitu kita bisa memastikan ekosistem pembelajaran kita di masa depan akan lebih terjamin, akan lebih cerah, seperti cerahnya sang surya bersinar,” tutur Fajar.
![]()
Melalui perhelatan Rakernas ke-17 ALPTK PTMA ini, Gubernur Mirza berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan Persyarikatan Muhammadiyah guna menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
![]()
“Kami ucapkan selamat mengikuti Rapat Kerja Nasional ALPTK PTMA. Semoga menghasilkan putusan-putusan strategis yang membawa kemajuan bagi dunia pendidikan Indonesia dan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” tutup Gubernur. (ADV)
Penulis Rivan Firmansyah
Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).

Saat ini belum ada komentar