Bapperida Way Kanan Padukan Riset, Sinergi CSR, dan Akuntabilitas Fiskal Demi Kesejahteraan Masyarakat
- account_circle Rivan Firmansyah
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bapperida Way Kanan Padukan Riset, Sinergi CSR, dan Akuntabilitas Fiskal Demi Kesejahteraan Masyarakat
WAY KANAN ― Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Way Kanan terus memperlihatkan akselerasi kinerja teknokratis yang solid, terukur, dan kolaboratif di bawah kepemimpinan Kepala Bapperida, Hendri Syahri, S.T., M.T.. Sejak bertransformasi secara resmi dari Bappeda menjadi Bapperida, institusi perencana di “Bumi Ramik Ragom” ini berhasil memperluas mandat strategisnya dengan mengintegrasikan fungsi riset dan inovasi secara langsung ke dalam jantung kebijakan pembangunan daerah berbasis bukti.
Di tengah tuntutan efisiensi kapasitas fiskal daerah, Hendri Syahri menggeser paradigma birokrasi perencanaan dari sekadar penyusunan dokumen normatif menjadi orkestrasi sumber daya pembangunan yang proaktif. Terobosan tata kelola kolaboratif ini tercermin kuat dalam Rapat Koordinasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSP) yang dipimpin langsung oleh Bupati Way Kanan, Ayu Asalasiyah, S.Ked., didampingi Kepala Bapperida bersama jajaran BUMN, BUMD, dan korporasi swasta. Melalui penguatan Forum TJSP, Bapperida meletakkan mekanisme koordinasi, fasilitasi, pemantauan, serta evaluasi terpadu agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) bertransformasi menjadi investasi sosial jangka panjang yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Agar kontribusi dunia usaha berjalan efektif dan bebas dari tumpang tindih sasaran, Bapperida memetakan penyaluran CSR secara presisi menggunakan acuan tunggal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) berbasis by name by address. Sinergi investasi sosial perusahaan tersebut kini difokuskan secara terarah untuk menopang peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan kesehatan termasuk percepatan penanganan stunting, penguatan ekonomi masyarakat melalui kemitraan agribisnis dan UMKM, pemenuhan infrastruktur dasar seperti akses air bersih dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), hingga pelestarian lingkungan serta kemandirian kampung.
Komitmen terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih juga diperkuat melalui langkah proaktif Bapperida dalam mengikuti Koordinasi dan Asistensi Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) di Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri RI, Jakarta. Dengan menerjunkan jajaran Bidang Riset dan Inovasi Daerah beserta perencana ahli, Hendri Syahri menginstruksikan kolaborasi erat lintas perangkat daerah bersama BPKAD, Inspektorat Daerah, dan Bagian Organisasi Setdakab guna memverifikasi akurasi data dukung. Langkah ini memastikan bahwa perencanaan pembangunan di Kabupaten Way Kanan tidak berhenti di atas kertas, melainkan terjamin keselarasan dan akuntabilitasnya hingga ke tahap pengelolaan keuangan daerah yang transparan.
Di tingkat internal daerah, peran sentral Bapperida selaku Sekretariat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) turut mengonsolidasikan seluruh simpul pemangku kepentingan, mulai dari unsur Sekretariat Daerah, BPS, BAZNAS, perangkat daerah, hingga para camat se-Kabupaten Way Kanan. Sinergi perencanaan lintas sektor yang dikawal secara konsisten terbukti mampu mengonversi pertumbuhan ekonomi daerah yang ditopang sektor pertanian menjadi penurunan angka kemiskinan dan prevalensi stunting yang signifikan, sekaligus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Way Kanan masuk ke dalam kategori tinggi. Guna menjaga keberlanjutan tren positif tersebut, Bapperida mendorong setiap perangkat daerah dan kecamatan untuk melahirkan minimal satu inovasi penanggulangan kemiskinan yang menyasar langsung kantong-kantong kemiskinan ekstrem secara presisi.
Keseimbangan antara konsolidasi internal dan diplomasi pembangunan ke tingkat pusat semakin lengkap saat Hendri Syahri bersama Kepala Dinas PUPR Edwin Bavur, S.Sos., S.Si., dan Anggota DPRD Provinsi Lampung Deni Ribowo mendampingi Bupati Ayu Asalasiyah melakukan audiensi strategis ke Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) di Jakarta.
Upaya jemput bola untuk mempercepat dukungan konektivitas jalan dan jaringan distribusi komoditas pertanian ini diselaraskan langsung dengan rancang bangun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi lokal, serta dukungan infrastruktur dan layanan dasar berkelanjutan. Melalui ekosistem perencanaan terintegrasi yang mengunci akurasi data tunggal, inovasi perangkat daerah, dan perluasan jejaring pendanaan dari pusat hingga swasta, Bapperida di bawah komando Hendri Syahri terus memantapkan langkah nyata dalam mewujudkan visi “Way Kanan Mandiri dan Sejahtera”.
Penulis Rivan Firmansyah
Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).

Saat ini belum ada komentar