Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lampung Terkini » Berita » Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

  • account_circle Times Akurat News
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman di DPRD Tanggamus: Rp 32 Miliar APBD 2024 di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

 

TANGGAMUS, LAMPUNG – Di tengah seruan efisiensi dan prioritas pembangunan untuk rakyat, Rencana Umum Pengadaan (RUP) Sekretariat DPRD Kabupaten Tanggamus untuk tahun anggaran 2024 justru menampilkan potret yang meresahkan. Analisis mendalam terhadap 213 paket pengadaan senilai lebih dari Rp 32 Miliar mengungkap adanya dugaan praktik penyalahgunaan anggaran yang terstruktur dan masif, mengubah APBD menjadi ladang subur bagi potensi korupsi.

Investigasi ini mengidentifikasi empat pilar utama kerentanan, mulai dari pelanggaran hukum pengadaan yang terang-terangan, anggaran media yang fantastis, modus operandi “dana sosialisasi,” hingga belanja perjalanan dinas tanpa arah yang jelas. Semua ini mengindikasikan bahwa anggaran publik berisiko tidak lagi berfungsi melayani masyarakat, melainkan untuk kepentingan segelintir elite.

 

Pilar Pertama: Pelanggaran Terbuka Aturan Pengadaan Langsung

Fondasi dari seluruh dugaan penyelewengan ini adalah pelanggaran hukum yang dilakukan secara terbuka. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2021 secara eksplisit menetapkan bahwa metode Pengadaan Langsung hanya boleh digunakan untuk pengadaan barang/jasa dengan nilai maksimal Rp 200 juta. Aturan ini dibuat untuk menjamin transparansi dan persaingan yang sehat.

Namun, di Sekretariat DPRD Tanggamus, aturan ini seolah tak berlaku. Puluhan paket bernilai miliaran rupiah secara ilegal ditetapkan menggunakan metode Pengadaan Langsung, sebuah pola yang disengaja untuk menghindari lelang terbuka.

Beberapa contoh paling mencolok dari realisasi anggaran tahun 2024 ini adalah:

  • Perjalanan Dinas Anggota DPRD Luar Daerah: Rp 8,59 Miliar (4.296% di atas batas legal)

 

  • Belanja Langganan Surat Kabar: Rp 7,79 Miliar (3.895% di atas batas legal)

 

  • Uang Transport Peserta Sosialisasi Perda (Sosper): Rp 2,7 Miliar (1.350% di atas batas legal)

 

  • Perjalanan Dinas Pimpinan DPRD Luar Daerah: Rp 2,08 Miliar (1.041% di atas batas legal)

 

  • Penyiaran/Peliputan TV: Rp 1,25 Miliar (625% di atas batas legal)

 

“Ini adalah pembangkangan hukum yang menjadi pintu gerbang korupsi,” ujar Ketua LSM Tunas Bangsa, Birman Sandi. “Dengan menghindari tender, mereka menghilangkan kontrol publik dan membuka ruang untuk kolusi, kickback, dan penunjukan vendor titipan. Ini adalah awal yang memungkinkan semua potensi penyelewengan lainnya terjadi.”

 

Rp 32 Miliar Apbd 2024 Di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

Pilar Kedua: Anggaran Media Fantastis dan Potensi Pembungkaman Kritik

Salah satu temuan paling janggal adalah alokasi anggaran yang luar biasa besar untuk belanja media, dengan dua paket bernilai fantastis:

  • Belanja Langganan Jurnal/Surat Kabar/Majalah: Rp 7.796.578.000

 

  • Penyiaran/Peliputan TV Durasi 30 Menit: Rp 1.250.000.000

 

Anggaran langganan koran sebesar Rp 7,79 Miliar setara dengan pengeluaran Rp 649 juta setiap bulan—sebuah angka yang absurd untuk kebutuhan sebuah kantor DPRD. Kecurigaan diperkuat oleh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di daerah tetangga seperti Pesawaran dan Kota Metro, di mana modus “koran fiktif” dan penggelembungan belanja media telah terbukti merugikan negara miliaran rupiah.

 

Dana ini, menurut Birman Sandi, diduga tidak hanya untuk memperkaya oknum melalui layanan fiktif, tetapi juga sebagai alat politik. “Anggaran sebesar ini berpotensi digunakan untuk ‘membeli’ media lokal, memastikan citra positif elite, dan membungkam suara kritis yang seharusnya mengawasi kinerja mereka,” tegasnya.

 

Pilar Ketiga: Ekosistem “Dana Sosialisasi” Rawan Korupsi Tunai

Sebuah klaster anggaran dengan total lebih dari Rp 4,3 Miliar dialokasikan untuk kegiatan “Sosialisasi Perda (Sosper)” dan “Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan”. Pusat dari ekosistem ini adalah pos anggaran Uang Transport Peserta Kegiatan Sosper senilai Rp 2,7 Miliar.

 

Mekanisme pertanggungjawaban berbasis uang tunai dengan bukti daftar hadir adalah celah paling rawan. Praktik ini memungkinkan penyelenggara memanipulasi jumlah peserta. Jika acara hanya dihadiri 100 orang tetapi dilaporkan 500, maka “uang transport” untuk 400 peserta fiktif dapat dengan mudah masuk ke kantong pribadi. Pola serupa telah terbongkar di DPRD Sumatera Utara dan Riau, menunjukkan ini adalah modus korupsi yang umum.

 

Pilar Ke Empat: Belasan Miliar Anggaran Perjalanan Dinas Tanpa Arah

Jika digabungkan, total anggaran untuk berbagai pos perjalanan dinas pimpinan dan anggota DPRD Tanggamus mencapai lebih dari Rp 13,5 Miliar dalam setahun. Seluruhnya diadakan melalui Pengadaan Langsung, melanggar aturan.

 

Lebih parah lagi, nama-nama paket sangat umum seperti “Perjalanan Dinas Luar Daerah,” tanpa tujuan yang jelas dan terukur. Hal ini menciptakan risiko tinggi untuk praktik korupsi klasik seperti perjalanan fiktif, mark-up biaya, hingga SPJ ganda. Temuan BPK di Pesawaran yang menyatakan realisasi belanja perjalanan dinas “tidak sesuai kondisi senyatanya” mengindikasikan bahwa ini adalah area rawan yang sudah menjadi praktik umum.

 

Membongkar Dugaan Pesta Pora Anggaran Siluman Di Dprd Tanggamus
Data yang tersaji dalam RUP ini bukanlah sekadar angka, melainkan sebuah alarm tanda bahaya. Pola-pola yang terungkap menunjukkan adanya potensi kerugian negara yang sangat besar dan pengkhianatan terhadap amanah publik.

 

“Kami mendesak BPK untuk segera melakukan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terhadap pos-pos anggaran ini,” kata Birman Sandi. “Selain itu, KPK dan Kejaksaan Agung harus memulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran hukum pengadaan yang sistematis dan menelusuri aliran dananya. Jangan biarkan APBD Tanggamus menjadi bancakan.”

 

Masyarakat sipil dan pers di Lampung kini menanti langkah konkret aparat penegak hukum. Apa yang terlihat di RUP Sekretariat DPRD Tanggamus bisa jadi hanyalah puncak dari gunung es. Jika tidak segera ditindak, praktik ini akan terus menggerogoti keuangan daerah dan merampas hak rakyat atas pembangunan.

Tabel Merah Anggaran DPRD Tanggamus 2024

Rp 32 Miliar Apbd 2024 Di Bawah Bayang-Bayang Korupsi

 

Avatar Of Times Akurat News

Penulis

‎Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. ‎ ‎Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). ‎ ‎Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. ‎ ‎Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebrakan Kejati: Harta Fantastis Rp38,58 Miliar Milik Eks Gubernur Arinal Djunaidi Disita dalam Pusaran Korupsi Migas

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Gebrakan Kejati: Harta Fantastis Rp38,58 Miliar Milik Eks Gubernur Arinal Djunaidi Disita dalam Pusaran Korupsi Migas. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyita harta senilai Rp38,58 miliar milik eks Gubernur Arinal Djunaidi dalam pengembangan penyidikan kasus korupsi dana bagi hasil migas (Participating Interest). Aset sitaan mencakup 29 sertifikat tanah, mobil mewah, deposito, hingga logam mulia yang diduga terkait penyelewengan dana yang merugikan negara ratusan miliar rupiah.

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings Of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us To New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 296
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Stories Of Resilience: Failed Gadgets That Paved The Way For Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 307
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • The Best Productivity Tools For Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 324
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Hunger, Thirst And Chaos In Southern Gaza As Hostilities Drive Humanitarian Aid To The Brink Of Collapse

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Twelve-year-old Do’a Atef spends her days knocking on doors begging for food, or gathering firewood from a dusty hill near a refugee camp outside Rafah, in southern Gaza, to cook the few tomatoes and peppers given to her by strangers. Do’a told NBC News that she was displaced from her home in Beit Lahia in […]

error: Content is protected !!
expand_less