Kian Modern dan Strategis, RSUD Batin Mangunang Bertransformasi Jadi Pusat Keunggulan Medis Tanggamus
- account_circle Times Akurat News
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kian Modern dan Strategis, RSUD Batin Mangunang Bertransformasi Jadi Pusat Keunggulan Medis Tanggamus
TANGGAMUS – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat regional. Terletak strategis di Komplek Islamic Center, Kabupaten Tanggamus, rumah sakit ini kini telah bertransformasi dari sekadar penyedia layanan medis dasar menjadi episentrum rujukan utama yang didukung fasilitas mutakhir.
Transformasi besar-besaran ini semakin terlihat nyata pada awal Oktober 2026. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Theresia Hutabarat, RSUD Batin Mangunang terus memacu peningkatan mutu layanan secara berkelanjutan, terutama melalui sinergitas yang solid dengan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Lompatan kuantum dalam kapabilitas diagnostik dan intervensi terapeutik dicapai melalui pengoperasian rangkaian fasilitas medis berteknologi tinggi yang sebelumnya telah diresmikan oleh Bupati Tanggamus, H. Moh. Saleh Asnawi, pada April 2026. Inovasi ini didesain secara spesifik untuk memutus rantai ketergantungan rujukan medis ke luar daerah, sekaligus menyelamatkan golden hour pasien gawat darurat di wilayah pesisir Lampung.
Beberapa lini layanan inovatif yang kini menjadi instrumen utama rumah sakit antara lain:
Cathlab: Fasilitas presisi tinggi untuk diagnosis angiografi dan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI), memungkinkan penanganan cepat untuk kasus serangan jantung.
PICU & NICU: Unit perawatan intensif khusus anak dan bayi berisiko tinggi atau prematur ekstrem yang dilengkapi sistem resusitasi lanjutan.
Fasilitas Obat Sitotoksik & Mammografi: Menjadi pondasi awal kemandirian layanan onkologi dasar dan optimalisasi program deteksi dini kanker payudara.
Langkah proaktif ini didukung penuh oleh ketersediaan sumber daya manusia klinis yang komprehensif. RSUD Batin Mangunang kini diperkuat oleh deretan dokter spesialis esensial, mulai dari spesialis penyakit dalam, kandungan (obgyn), anak, bedah umum, hingga spesialis penunjang seperti radiologi dan anestesiologi.
Tingginya volume kunjungan pasien JKN direspons positif oleh manajemen. Kunjungan monitoring BPJS Kesehatan pada akhir September 2026 dijadikan sebagai instrumen kalibrasi strategis (strategic benchmarking).
“Pemantauan ini berfungsi menstimulasi peningkatan mutu pelayanan medik secara organik dan berkelanjutan,” tegas dr. Theresia.
Lebih lanjut, RSUD Batin Mangunang tengah mematangkan peta jalan kelengkapan fasilitas untuk dioperasikan penuh pada awal 2027, di antaranya pembukaan Instalasi Hemodialisa bagi pasien gagal ginjal kronis dan unit pelayanan stroke komprehensif. Keseriusan ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan (Service Level Agreement) bersama RSUD dr. H. Abdul Moeloek untuk asistensi hemodialisa dan KIA, serta dengan RSJD Provinsi Lampung untuk kelancaran rujukan dua arah.
Dedikasi RSUD Batin Mangunang juga meluas pada kebijakan publik lintas sektoral. Pada 6 Oktober 2026, jajaran direktur rumah sakit turut mendampingi Bupati Tanggamus dalam agenda audiensi strategis penyelenggaraan haji bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenhaj) Tanggamus.
Rumah sakit mengambil peran krusial sebagai muara penapisan istitha’ah (kemampuan) kesehatan calon jamaah. Melalui kesiapan fasilitas diagnostik geriatri yang mumpuni, RSUD Batin Mangunang memastikan kelayakan medis para calon jamaah haji terutama populasi lanjut usia dapat tervalidasi dengan presisi.
Melalui sinergi teknologi mutakhir, SDM spesialis, dan kolaborasi tata kelola yang terukur, RSUD Batin Mangunang kini berdiri kukuh sebagai pilar perlindungan kesehatan utama yang membawa harapan baru bagi peningkatan taraf hidup masyarakat Tanggamus dan sekitarnya. (*)
Penulis Times Akurat News
Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).

Saat ini belum ada komentar