Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lampung Terkini » Korupsi » TANGGAMUS DARURAT KORUPSI: Dari Skandal SPPD Nyangklak hingga Pesta Anggaran Fiktif dan Kartel Proyek DPRD 2025

TANGGAMUS DARURAT KORUPSI: Dari Skandal SPPD Nyangklak hingga Pesta Anggaran Fiktif dan Kartel Proyek DPRD 2025

  • account_circle Times Akurat News
  • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

TANGGAMUS, Akuratlampung.com — Aroma bancakan uang rakyat kembali menyeruak dari Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanggamus. Belum pupus ingatan publik atas skandal dugaan korupsi berjamaah perjalanan dinas (SPPD) fiktif tahun 2021 yang hingga kini dibiarkan “nyangklak” oleh aparat penegak hukum, kini rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 di Sekretariat DPRD Tanggamus kembali menyajikan postur anggaran yang menampar akal sehat.
‎
‎
‎
‎​Praktik penggelembungan (mark-up) ekstrem, manipulasi dana publikasi, hingga pengerjaan proyek fisik yang terkesan asal jadi, mengindikasikan bahwa impunitas telah menyuburkan budaya korupsi yang sistemik di institusi wakil rakyat tersebut.
‎
‎
‎Berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) 2025, Sekretariat DPRD Tanggamus secara terang-terangan mengalokasikan dana fantastis yang menabrak Peraturan Bupati tentang Standar Satuan Harga (SSH). Uang pajak rakyat senilai Rp133,2 juta disiapkan hanya untuk membeli satu unit perangkat pintar jenis Samsung Z Fold 7. Padahal di pasaran, harga ritel tertinggi perangkat tersebut hanya berkisar puluhan juta rupiah saja.
‎
‎
‎
‎​Tak hanya itu, pengadaan spring bed dianggarkan Rp30 juta, Mic Conference senilai Rp318 juta, hingga alokasi SPPD yang kembali dianggarkan ugal-ugalan menembus angka lebih dari Rp12 Miliar. Keberanian para pejabat menyusun anggaran dengan tingkat mark-up sebesar ini mengonfirmasi bahwa mereka merasa berada di zona kebal hukum.

 

Tanggamus Darurat Korupsi: Dari Skandal Sppd Nyangklak Hingga Pesta Anggaran Fiktif Dan Kartel Proyek Dprd 2025

menabrak Peraturan Bupati tentang Standar Satuan Harga (SSH).

‎
‎Akar keberanian ini diduga kuat berasal dari mandeknya penegakan hukum pada skandal SPPD fiktif DPRD Tanggamus Tahun Anggaran 2021. Kasus yang menelan anggaran total Rp12,9 miliar tersebut diduga merugikan negara sebesar Rp7,7 miliar hingga Rp9,14 miliar melalui modus penggelembungan biaya dan tagihan hotel fiktif yang difasilitasi agen perjalanan.
‎
‎
‎
‎​Meski perkara ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung sejak Juli 2023, hingga tahun 2026 belum ada satu pun tersangka yang ditetapkan. Belasan anggota dewan tercatat telah mengembalikan uang kerugian negara dengan total mencapai Rp4,5 miliar. Namun, pengembalian uang curian ini tampaknya bertransformasi menjadi “pembelian impunitas“, membuat penanganan kasus ini terhenti dan memicu mosi tidak percaya dari berbagai elemen masyarakat, seperti AKAR, KAMPUD, dan Laskar Lampung.
‎
‎
‎
‎Kekacauan tata kelola ini diperparah dengan manuver oknum-oknum birokrat kunci di lingkungan Setwan, yang sering kali membingungkan publik karena kesamaan inisial nama mereka.
‎
‎
‎​Pertama, Andi Gunawan. Mantan Kepala Kesbangpol Lampung Tengah ini sempat menduduki kursi Sekretaris DPRD (Sekwan) Tanggamus. Ia diduga kuat menyalahgunakan wewenang dengan menahan Surat Perintah Membayar (SPM) untuk publikasi media senilai Rp6,2 miliar. Dengan dalih harga Standar Satuan Harga (SSH), ia diduga memangkas anggaran untuk dialihkan ke media-media “bawaannya” demi meraup kickback.
‎
‎
‎​Kedua, Andi Dermawan. Birokrat internal Tanggamus ini juga merupakan mantan Sekwan yang masa jabatannya diwarnai inkompetensi manajerial, termasuk insiden kekerasan sesama honorer saat pendampingan perjalanan dinas. Untuk meredam sorotan, ia kemudian “diselamatkan” melalui mutasi menjadi Kepala Dinas Koperindag UKM.
‎
‎
‎​Ketiga, Andi Kholil. Menjabat sebagai Kepala Bagian Persidangan Setwan, Andi Kholil merupakan aktor kunci dalam meloloskan proyek fisik bermasalah. Sebagai Ketua Tim Provisional Hand Over (PHO), ia dengan mulus menerima 100 persen hasil pekerjaan Proyek Rehabilitasi Gedung DPRD senilai Rp2,875 miliar yang digarap CV Sempurna Jaya Konsorsium, meski kondisi bangunan dinilai “hancur-hancuran“. Saat dikonfirmasi wartawan, ia justru menjawab enteng, “Honornya lumayan“.
‎
‎
‎​Lebih ganjil lagi, tak lama setelah kasus ini mencuat, ruang kerja Andi Kholil dilaporkan dibobol maling. Anehnya, pelaku hanya mengambil TV 32 inci dan membiarkan barang berharga seperti printer baru yang masih di dalam kardus. Publik berspekulasi ini adalah manuver penghilangan jejak dokumen. Pascainsiden tersebut, Andi Kholil langsung dievakuasi lewat mutasi menjadi Kepala Bidang Pencegahan Dinas Damkar.
‎
‎
‎
‎​Di sisi lain, praktik arisan tender juga terdeteksi pada proyek Rehabilitasi Rumah Dinas Ketua DPRD yang dimenangkan CV Zidan Pratama dengan persentase penurunan harga (bid drop) yang konsisten tipis di angka 5 persen, sebuah indikasi kuat adanya persekongkolan tender.
‎
‎
‎Kini, obor perlawanan berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (DPP LSM BANKI) yang telah melayangkan laporan resmi ke Kejati Lampung. Kejati merespons dengan mendelegasikan pengumpulan data dan bahan keterangan (Puldata dan Pulbaket) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggamus.
‎
‎
‎​Masyarakat Tanggamus kini berada dalam fase menunggu. Akankah desentralisasi investigasi ke Kejari Tanggamus mampu menjadi palu godam keadilan yang membongkar praktik mafia anggaran ini? Ataukah hukum di Tanggamus akan kembali membeku dan sekadar menjadi instrumen teatrikal peradilan? Jika aparat terus bungkam, triliunan uang pembayar pajak akan terus menguap, menyisakan Tanggamus dalam kubangan kebangkrutan birokrasi. (Tim Redaksi)

BACA JUGA: 

SKANDAL PROYEK DAMKAR TANGGAMUS: Indikasi Kuat Tender Kurung, Perusahaan Alamat Fiktif Gasak Rp 1,27 Miliar

 

Tanggamus Darurat Korupsi: Dari Skandal Sppd Nyangklak Hingga Pesta Anggaran Fiktif Dan Kartel Proyek Dprd 2025

Avatar Of Times Akurat News

Penulis

‎Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. ‎ ‎Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). ‎ ‎Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. ‎ ‎Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Best Productivity Tools For Remote Work

    The Best Productivity Tools for Remote Work

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 326
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Darurat Integritas Tanggamus: Birokrat Rapor Merah Jadi Plt Sekwan Di Tengah Skandal Anggaran Dprd

    Darurat Integritas Tanggamus: Birokrat Rapor Merah Jadi Plt Sekwan di Tengah Skandal Anggaran DPRD

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Tanggamus disorot usai penunjukan Soni Yoga sebagai Plt Sekwan DPRD. Keputusan ini dinilai mencederai meritokrasi di tengah skandal mark-up anggaran RUP 2025.

  • Unlikely Origins: The Humble Beginnings Of Today’s Tech Titans

    Unlikely Origins: The Humble Beginnings of Today’s Tech Titans

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Exploring the Tech-Savvy WondersThe delineation between digital and physical continues to blur, weaving a fabric of reality that resonates with the beats of progress. Within this exciting nexus, entrepreneurs and tech aficionados find a fertile ground to cultivate, explore, and thrive. As we navigate through the myriad of gadget-driven narratives, there are key trends and […]

  • Messi Has Two Assists As Inter Miami Plays Nycfc To Draw In Mls Season Opener: Highlights 07.09 Play Button

    Messi has two assists as Inter Miami plays NYCFC to draw in MLS season opener: Highlights

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Safid Deen
    • visibility 11
    • 0Komentar

    All it took was five minutes for Lionel Messi to make his mark at the start of Inter Miami’s 2025 Major League Soccer season. About 95 minutes later, Messi shined again, saving Inter Miami’s night. Messi found new teammate Telasco Segovia, trailing on his right side, and delivered his second assist of the game in […]

  • The Future Of Mixed Reality: Blending The Virtual And The Real 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 900
    • 0Komentar

    At Microsoft Ignite 2023, we are announcing Copilot in Microsoft Dynamics 365 Guides, which combines the power of generative AI with mixed reality to help frontline workers complete complex tasks and resolve issues faster with less disruption to the flow of work. Copilot in Dynamics 365 Guides assists workers in industrial settings who deal with complex […]

  • KADIS DPLH Bungkam, Dugaan Korupsi di Pesawaran Semakin Menguat

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Times Akurat News
    • visibility 5
    • 0Komentar

    KADIS DPLH Bungkam, Dugaan Korupsi di Pesawaran Semakin Menguat. membongkar dugaan korupsi sistematis dalam Rencana Umum Pengadaan Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Pesawaran untuk APBD 2024. Dengan total anggaran Rp 2,45 miliar, analisis mengungkap modus operandi busuk seperti penggelembungan harga (mark-up) brutal pada sewa alat berat dan pakaian dinas, serta pemecahan puluhan paket pengadaan untuk menghindari lelang terbuka. Dugaan semakin diperkuat dengan alokasi anggaran swakelola yang tidak wajar dan berpotensi fiktif. Kepala Dinas DLH, Dra. Linda Sari, M.M., memilih bungkam saat dikonfirmasi, menambah kecurigaan publik atas praktik lancung yang merugikan keuangan negara.

error: Content is protected !!
expand_less