RS ALAMSYAH RATU PERWIRANEGARA, AKSELERASI LAYANAN KESEHATAN INKLUSIF DAN PENYANGGA UTAMA JALUR BARAT LAMPUNG
- account_circle Times Akurat News
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
RS ALAMSYAH RATU PERWIRANEGARA, AKSELERASI LAYANAN KESEHATAN INKLUSIF DAN PENYANGGA UTAMA JALUR BARAT LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG — Langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat kini memasuki babak baru yang kian progresif. Transformasi mendasar pada Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah yang resmi berganti nama menjadi Rumah Sakit Umum (RSU) Alamsyah Ratu Perwiranegara dengan keunggulan khusus dinilai sebagai solusi konkret dalam menjawab disparitas fasilitas medis di koridor barat Lampung.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Demokrat, Deni Ribowo, S.E. (DRB), yang melakukan peninjauan langsung ke fasilitas tersebut, menegaskan bahwa peralihan kelembagaan ini merupakan tonggak sejarah penting. Langkah ini tidak hanya mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang adil dan merata, tetapi juga memangkas beban rujukan yang selama ini terpusat di ibu kota provinsi.
Secara geografis, keberadaan RS Alamsyah Ratu Perwiranegara di Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, memegang peranan geopolitik yang sangat vital. Wilayah ini berfungsi sebagai pintu gerbang utama yang menghubungkan pusat pemerintahan provinsi dengan kabupaten-kabupaten di koridor barat, meliputi Kabupaten Pesawaran, Lampung Utara, Way Kanan, Lampung Barat, hingga Pesisir Barat.
Sebelum adanya transformasi ini, masyarakat di kawasan tersebut kerap terkendala jarak geografis yang jauh untuk menjangkau rumah sakit rujukan tipe B atau tipe A. Kondisi ini berimplikasi langsung pada penumpukan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Bandar Lampung, yang sering kali memicu antrean panjang dan penundaan tindakan medis.
Dengan beroperasinya RS Alamsyah Ratu Perwiranegara sebagai rumah sakit umum berkeunggulan khusus, beban rujukan tersebut kini terurai secara signifikan. Kehadiran fasilitas ini bertindak sebagai buffer (penyangga) pelayanan sekunder yang efektif, memangkas durasi perjalanan darurat, serta menekan biaya transportasi bagi keluarga pasien dari pelosok daerah.
Dari aspek kesiapan infrastruktur dan tata kelola, rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6 hektar ini memiliki kapasitas awal 162 tempat tidur. Tata ruang yang luas memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengembangan fasilitas fisik berkelanjutan, seperti pembangunan gedung rawat inap umum, instalasi gawat darurat (IGD) terpadu, serta poliklinik spesialis baru.
Kinerja finansial dan kelembagaan rumah sakit ini juga menunjukkan tren positif. Sejak menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun 2019, RS Alamsyah Ratu Perwiranegara konsisten mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Capaian ini dibuktikan dengan lonjakan pendapatan BLUD yang tumbuh signifikan dari kisaran Rp13 miliar menjadi sekitar Rp26 miliar. Stabilitas finansial tersebut menjamin ketersediaan modal untuk pembaruan alat medis modern serta penguatan sistem pelayanan berbasis digital.
Dukungan sumber daya manusia (SDM) medis pun tergolong komprehensif, mencakup 7 dokter spesialis jiwa (psikiater), spesialis saraf, penyakit dalam, radiologi, anak, patologi klinik, anestesi, serta didukung oleh 12 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 5 psikolog.
Salah satu nilai tambah paling revolusioner dalam transformasi ini adalah dipertahankannya “keunggulan khusus” yang memadukan layanan kesehatan jiwa (psikiatri) dengan kedokteran medis umum. Model integratif ini berhasil meruntuhkan stigma negatif masyarakat terhadap rumah sakit jiwa.
Melalui penggabungan poliklinik umum, spesialis organ dalam, anak, dan bedah dalam satu kawasan terpadu, hambatan psikologis masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan mental dapat dieliminasi. Lebih dari itu, integrasi ini memberikan solusi penanganan komorbiditas medis kompleks—di mana pasien dengan gangguan jiwa yang turut menderita penyakit kronis seperti kardiovaskular, metabolik, atau infeksi dapat ditangani secara simultan oleh tim lintas disiplin tanpa harus dirujuk ke fasilitas berbeda. Alur pelayanan pun semakin efisien berkat penerapan transformasi digital mulai dari pendaftaran hingga rekam medis terpadu.
Dalam kunjungannya, Deni Ribowo menegaskan komitmen penuh Komisi V DPRD Provinsi Lampung dalam mengawal penyesuaian regulasi, kesinambungan anggaran, serta perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu. Pengawasan ketat difokuskan agar fasilitas rumah sakit ini terbuka secara inklusif bagi peserta BPJS Kesehatan tanpa adanya diskriminasi antara pasien jaminan pemerintah dan pasien umum.
Melalui sinergi erat antara eksekutif dan legislatif, RS Alamsyah Ratu Perwiranegara diproyeksikan tidak hanya menjadi kebanggaan koridor barat Lampung, tetapi juga berkembang sebagai pusat rujukan kesehatan unggulan di tingkat regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). (*)
Penulis Times Akurat News
Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).

Saat ini belum ada komentar