Dinas ESDM Provinsi Lampung dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Berlimpah, dan Tepat Sasaran
- account_circle Times Akurat News
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Dinas ESDM Provinsi Lampung dan Pertamina Pastikan Stok BBM Aman, Berlimpah, dan Tepat Sasaran
BANDAR LAMPUNG – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel (Sales Area Lampung) sukses melaksanakan operasi pemantauan dan inspeksi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM). Kegiatan pengawasan langsung ini dilaksanakan pada hari Senin, 21 September 2026, yang difokuskan pada empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) strategis yang menjadi titik simpul lalu lintas di Kota Bandar Lampung.
Operasi strategis ini dipimpin secara langsung oleh Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, beserta jajaran, yang didampingi oleh Sales Area Retail Lampung Pertamina Patra Niaga, Bima Kusuma Aji. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung merilis sejumlah temuan positif terkait tata kelola dan ketersediaan energi:
Ketersediaan Stok Fisik Berlimpah: Berdasarkan hasil audit di lapangan, seluruh komoditas bahan bakar esensial seperti Biosolar, Pertalite, dan Pertamax dipastikan dalam status ketersediaan yang sangat optimal dan aman. Sebagai bukti nyata, pengukuran di tangki pendam SPBU Taman Siswa mencatatkan cadangan Pertalite dengan volume sekitar 97 kiloliter (KL).
Penyaluran Berintegritas Tanpa Pelanggaran: Tim gabungan menyatakan secara tegas bahwa tidak ditemukan satu pun bentuk pelanggaran, kecurangan, penimbunan, ataupun penyimpangan dalam proses penyaluran BBM di keempat SPBU yang diaudit.
Manajemen Antrean yang Tertib: Meskipun terdapat antrean kendaraan pada jam-jam sibuk, kondisi tersebut terpantau sangat tertib, terstruktur, dan sepenuhnya terkendali berkat peran petugas SPBU, sehingga tidak memicu kemacetan ke badan jalan.
Respons Positif dari Konsumen: Interaksi langsung dengan para pengemudi ojek online dan kurir logistik di SPBU Jalan Ahmad Yani menegaskan bahwa mereka tidak menemui hambatan dalam pembelian Pertalite. Waktu tunggu untuk pengisian BBM dinilai masih berada dalam taraf yang wajar dan tidak mengganggu ritme kerja mereka.
Sebagai wujud komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk penyelewengan ketahanan energi masyarakat, pengawasan terpadu ini juga diimbangi dengan tindakan penegakan hukum. Melalui integrasi pengawasan dan penindakan tegas, tercatat sebanyak 2.793 nomor polisi kendaraan dari wilayah Provinsi Lampung telah dieksekusi pemblokirannya akibat terindikasi melakukan penyalahgunaan barcode aplikasi Subsidi Tepat.
Lebih lanjut, guna mengakomodasi lonjakan konsumsi energi yang didorong oleh tingginya pemulihan ekonomi Lampung, Pemerintah Provinsi Lampung mengambil inisiatif strategis. Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Budhi Darmawan, telah merumuskan usulan permohonan penambahan kuota energi secara resmi kepada pemerintah pusat, yaitu penambahan kuota Biosolar sebesar 15 persen (ekuivalen 120.384 KL) dan Pertalite sebesar 10,41 persen (ekuivalen 72.391 KL) dari alokasi awal.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas ESDM mengimbau masyarakat untuk berbelanja dan membeli BBM secara rasional sesuai kebutuhan agar tidak terjadi siklus panic buying. Masyarakat juga diajak untuk proaktif melaporkan setiap indikasi kecurangan atau kendala layanan melalui layanan terpadu Pertamina Contact Center (PCC) 135. (*)
Penulis Times Akurat News
Menyajikan berita secara objektif, berimbang, dan faktual. Memerangi penyebaran berita bohong (hoaks). Memberikan wawasan mendalam melalui data jurnalistik dan investigasi. Seluruh anggota redaksi wajib menerapkan prinsip jurnalistik 5W+1H (Apa, Siapa, Kapan, Di Mana, Mengapa, Bagaimana).


Saat ini belum ada komentar