Pemprov Lampung Raih Terbaik II Akses Pendidikan se-Sumatera, Bukti Nyata Transformasi Mutu Belajar
BATAM, (Akuratlampung.com) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berhasil menyabet penghargaan Terbaik II kategori Akses Penduduk terhadap Pelayanan Pendidikan tingkat provinsi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Sumatera. Penghargaan bergengsi yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI bersama Kompas TV ini diserahkan di Batam, menempatkan Lampung tepat di bawah Provinsi Aceh yang meraih posisi pertama.
Capaian ini bukan sekadar apresiasi atas ketersediaan bangunan fisik sekolah. Lebih dari itu, indikator penilaian mencakup berbagai aspek fundamental penentu kualitas pendidikan, mulai dari pemerataan guru, kelayakan sarana pendidikan, literasi dan numerasi, partisipasi masyarakat, hingga inovasi yang dilahirkan oleh pemerintah daerah.
Penghargaan ini datang di momentum yang tepat, tatkala Pemprov Lampung tengah agresif membenahi ekosistem pendidikannya. Di bawah komando Gubernur Rahmat Mirzani Djausal bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Thomas Amirico, serangkaian program strategis didorong untuk mengurai benang kusut persoalan pendidikan.
Terdapat beberapa inovasi utama yang menjadi kunci keberhasilan perluasan akses pendidikan di Lampung:
SMA Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) & SMA Terbuka: Solusi konkret bagi anak-anak yang terbentur jarak, kondisi ekonomi, hingga tuntutan keluarga. Program ini mendekatkan sekolah kepada mereka yang rentan tertinggal oleh sistem reguler.
Program RMD-Ku (Rampung Pendidikan Mendapatkan Dokumen Kependudukan): Sebuah terobosan integrasi data pendidikan dan kependudukan. Melalui data yang akurat, pemerintah dapat memetakan anak-anak yang putus sekolah dan mengukur efektivitas intervensi kebijakan.
Penguatan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru): Memastikan proses penerimaan siswa berlangsung transparan, objektif, dan berkeadilan, sehingga setiap anak memiliki garis start yang setara.
Perluasan akses hanyalah gerbang awal. Fokus Pemprov Lampung kini bergeser pada mutu lulusan—memastikan apa yang terjadi di dalam kelas mampu mengubah masa depan siswa.
Lompatan kualitas ini mulai terlihat dari sejumlah indikator nyata. Pada tahun 2026, sebanyak 284 siswa kelas XII SMAN 14 Bandar Lampung sukses menembus berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Hal ini membuktikan bahwa target sekolah tak lagi sekadar “lulus”, melainkan membuka jalan ke jenjang yang lebih tinggi.
Di sektor keahlian terapan, Pemprov menginisiasi Program Kelas Migran Vokasi. Siswa tidak hanya diburu ijazah, tetapi dibekali keterampilan teknis dan bahasa asing untuk mendobrak pasar kerja internasional.
Selain itu, kolaborasi dengan dunia industri turut diperkuat melalui program seperti Green School PGE Ulubelu. Program ini membawa ruang kelas lebih dekat dengan realitas isu lingkungan, energi, dan teknologi industri, menjadikan pembelajaran lebih kontekstual.
Penghargaan Bukan Garis Akhir
Di balik gemerlap panggung apresiasi di Batam, kepemimpinan pemerintah daerah yang konsisten berinovasi pantas mendapat tepuk tangan. Kolaborasi panjang antara gubernur, kepala dinas, kepala sekolah, guru di ruang-ruang kelas, hingga orang tua siswa mulai membuahkan hasil.
Kendati demikian, trofi ini bukanlah garis akhir. Pekerjaan rumah di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai masih terbentang luas. Kualitas pendidikan harus terus diratakan, literasi dan numerasi perlu digenjot, dan anak-anak yang putus sekolah harus dijemput kembali.
Bagi ribuan anak di pelosok Lampung, selembar piagam penghargaan di kantor pemerintahan mungkin tidak ada artinya. Yang mereka butuhkan adalah wujud nyata dari penghargaan tersebut:
Kesempatan untuk tetap bersekolah meski ekonomi keluarga menjepit. Kesempatan diajar oleh guru-guru yang berkompeten. Kesempatan menembus bangku kuliah, hingga kesempatan menguasai keterampilan yang mampu memutus rantai kemiskinan.
Jika kerja keras Pemprov Lampung mampu terus membuka pintu-pintu kesempatan itu, maka penghargaan dari Kemendagri ini baru benar-benar menemukan makna sejatinya. Bukan semata untuk membuktikan Lampung sebagai daerah berprestasi, melainkan pembuktian bahwa anak-anak Lampung kini memiliki masa depan yang jauh lebih terang.
Selamat untuk Pemprov Lampung, jajaran Disdikbud, para pahlawan tanpa tanda jasa di ruang kelas, dan seluruh penggiat pendidikan! (*)






















