‎ ‎ Times Akurat News
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi dan BisnisBerandaBeritaPemerintahanPendidikan

Jaga Denyut Ekonomi Pesisir, Riset Polinela Fokus pada Ketahanan Bahan Baku UMKM Ikan Asin Tanggamus

Avatar Of Rivan Firmansyah
6610
×

Jaga Denyut Ekonomi Pesisir, Riset Polinela Fokus pada Ketahanan Bahan Baku UMKM Ikan Asin Tanggamus

Sebarkan artikel ini
Jaga Denyut Ekonomi Pesisir, Riset Polinela Fokus Pada Ketahanan Bahan Baku Umkm Ikan Asin Tanggamus
Tim Riset UMKM Ikan Asin di Tanggamus (Foto: Dok. Polinela)
Example 468x60

Jaga Denyut Ekonomi Pesisir, Riset Polinela Fokus pada Ketahanan Bahan Baku UMKM Ikan Asin Tanggamus

TANGGAMUS – Keberlangsungan hidup Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan ikan asin di kawasan pesisir sangat bergantung pada satu urat nadi utama: ketersediaan bahan baku. Merespons tantangan tersebut, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menerjunkan tim peneliti untuk memetakan dan menjaga stabilitas pasokan ikan di sekitar Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.

Penelitian strategis bertajuk “Analisis Ketersediaan Ikan Bahan Baku Industri Ikan Asin di Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Agung untuk Pengembangan UMKM Perikanan” ini digagas oleh Program Studi Teknologi Cerdas Penangkapan Ikan Polinela guna memberikan solusi nyata bagi ketahanan usaha masyarakat pesisir.

Example 300X600

Ketua Tim Peneliti Polinela, Khoerul Fatoni, menjelaskan bahwa kajian ini bertujuan memastikan kelancaran produksi yang kerap terhambat oleh fluktuasi hasil tangkapan laut.

“Penelitian ini melihat langsung kondisi ketersediaan bahan baku serta kebutuhan riil UMKM, sehingga keberlangsungan usaha pengolahan ikan di kawasan pesisir dapat terus didukung secara maksimal,” ujar Khoerul pada Rabu (19/8/2026).

Tim peneliti mengidentifikasi seluruh elemen krusial dalam siklus usaha, mulai dari pelacakan sumber pasokan, analisis kapasitas produksi, hingga evaluasi pola pengolahan yang selama ini diterapkan oleh warga setempat.

Dari hasil turun lapangan, tim menemukan adanya enam UMKM ikan asin yang aktif beroperasi di pesisir Kota Agung. Beberapa temuan penting dari kajian ini meliputi:

  • Kapasitas Pengolahan: Setiap unit usaha ternyata mampu menyerap hingga 5 ton ikan bahan baku dalam satu siklus produksi.

  • Jenis Ikan Andalan: Bahan baku utama didominasi oleh jenis ikan teri, layang, lemuru, selar, dan peperek.

  • Ketergantungan Pendaratan: Pasokan ikan bersumber sepenuhnya dari hasil pendaratan nelayan di PPP Kota Agung.

  • Kerentanan Eksternal: Kondisi cuaca laut dan intensitas aktivitas nelayan menjadi faktor penentu utama yang memengaruhi lancar atau terhentinya produksi UMKM.

Data komprehensif ini dikumpulkan melalui pelibatan langsung para pelaku UMKM. Tujuannya adalah merumuskan rancangan tata kelola bahan baku yang benar-benar relevan dengan kendala operasional dan alur pemasaran mereka.

Inisiatif riset berbasis solusi lapangan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus, Darma Setiawan, menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah untuk memajukan sektor perikanan lokal.

“Kami sangat terbuka menjalin kerja sama dengan Polinela melalui riset maupun program lainnya. Sinergi ini bertujuan mengoptimalkan potensi perikanan dan memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat pesisir,” tegas Darma.

Ke depan, hasil kajian dari Polinela ini diharapkan dapat menjadi landasan pijak yang kuat untuk memperkuat fondasi industri pengolahan ikan, sekaligus mendongkrak roda ekonomi masyarakat pesisir Tanggamus.(*) 

Jaga Denyut Ekonomi Pesisir, Riset Polinela Fokus Pada Ketahanan Bahan Baku Umkm Ikan Asin Tanggamus

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎
Times Akurat News