DLH Pringsewu Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular
PRINGSEWU — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pringsewu mempercepat langkah penanganan tantangan kebersihan daerah melalui pergeseran paradigma dari sistem pembuangan konvensional menuju pengelolaan terpadu berbasis ekonomi sirkular. Langkah strategis ini ditempuh untuk mengurai beban kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bumiayu dengan memprioritaskan pengurangan serta pemilahan sampah langsung dari titik sumber.
Melalui Gerakan Pilah Sampah dari Rumah dan optimalisasi Bank Sampah Induk Pringsewu Resik, jejaring bank sampah unit di tingkat pekon serta kelurahan kini aktif menggerakkan rantai ekonomi hijau warga. Inisiatif ini diperkuat oleh Gerakan Pringsewu Sedekah Sampah Jumat (Grapisa) yang mengajak aparatur sipil negara menyisihkan sampah anorganik bernilai guna untuk disalurkan menjadi aksi kepedulian sosial.
Penataan ekosistem lingkungan ini diimbangi dengan penegakan regulasi dan kepatuhan hukum secara konsisten. Bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja, sosialisasi hingga tindakan tegas terhadap praktik pembuangan sampah ilegal terus digencarkan. DLH Pringsewu juga menyusun panduan teknis instalasi pengolahan air limbah bagi pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis guna memitigasi risiko pencemaran sumber air baku masyarakat.
Responsivitas pelayanan publik turut menjadi prioritas utama organisasi, mulai dari penanganan cepat laporan warga terkait kendala sanitasi usaha, penataan kebersihan di kawasan rumah ibadah, hingga kemudahan layanan perizinan lingkungan berbasis digital. Komitmen ini berjalan seiring dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan BUMN, pelaku industri penyerap material daur ulang, perguruan tinggi, hingga otoritas wilayah sungai.
Penguatan alokasi anggaran daerah yang tepat sasaran serta integrasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis ke dalam rencana pembangunan jangka menengah memastikan seluruh program penanganan iklim memiliki pijakan hukum yang kokoh. Langkah komprehensif ini menegaskan komitmen Kabupaten Pringsewu menuju daerah yang tangguh, mandiri, dan beresiliensi tinggi terhadap perubahan lingkungan.(*)



















