‎ ‎ Times Akurat News
akuratampung.com
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lampung TerkiniBeritaPemerintahan

Damkarmat Lampung Selatan Bertarung Melawan Kepungan Abu Anak Krakatau dan Amukan El Nino

Avatar Of Rivan Firmansyah
7597
×

Damkarmat Lampung Selatan Bertarung Melawan Kepungan Abu Anak Krakatau dan Amukan El Nino

Sebarkan artikel ini
Damkarmat Lampung Selatan Bertarung Melawan Kepungan Abu Anak Krakatau Dan Amukan El Nino
Example 468x60

Damkarmat Lampung Selatan Bertarung Melawan Kepungan Abu Anak Krakatau dan Amukan El Nino

LAMPUNG SELATAN – Sepanjang bulan September 2026, Kabupaten Lampung Selatan dihadapkan pada ujian krisis multidimensi berskala masif. Merujuk pada laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) setempat sukses menunjukkan manuver tanggap darurat yang luar biasa di tengah berbagai defisit infrastruktur yang mengancam.

Kawasan pesisir Selat Sunda ini dihadapkan pada dua ancaman mematikan secara simultan, yakni memuncaknya kemarau ekstrem akibat anomali iklim El Nino, serta rentetan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), aktivitas vulkanik GAK mencapai puncaknya pada Rabu dini hari, 9 September 2026, dengan gunung api tersebut dipertahankan pada status Siaga (Level III). Erupsi bertipe Strombolian ini memuntahkan abu vulkanik pekat yang melumpuhkan sentra aktivitas publik dan bahkan memicu hilangnya kapal yang membawa jurnalis di Selat Sunda.

Example 300X600

Merespons paparan abu mematikan tersebut, Damkarmat secara instan mengaktivasi protokol tanggap darurat non-kebakaran. Bersama instansi terkait seperti Polsek, Satpol PP, BPBD, dan Senkom, tim Damkarmat turun langsung membagikan ribuan masker medis kepada masyarakat pesisir demi mencegah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan iritasi mata.

Tidak berhenti di situ, dampak abu yang melumpuhkan aktivitas pendidikan direspons Damkarmat dengan mengeksekusi operasi dekontaminasi dan sterilisasi berskala besar. Menggunakan sistem penyiraman tekanan tinggi yang menghabiskan ribuan liter air, armada pemadam membersihkan endapan vulkanik di puluhan sekolah mulai jenjang SD, SMP, MTs, hingga SMA/SMK yang tersebar di Posko Kalianda, Natar, Ketapang, hingga Sidomulyo. Berkat intervensi kesehatan publik yang masif ini, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang sempat dialihkan secara daring akhirnya dapat kembali beroperasi normal pada Senin, 14 September 2026.

Di sisi lain, fenomena El Nino memicu lonjakan eksponensial atas ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) akibat melimpahnya akumulasi bahan bakar kering. Sepanjang tahun hingga awal September 2026, Damkarmat mencatat terjadinya 128 insiden kebakaran di Lampung Selatan, di mana 55 kasus di antaranya murni merupakan Karhutla.

Ketangkasan operasional paling krusial terbukti pada 9 September 2026, ketika personel Damkarmat berhasil memadamkan amukan api di koridor Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) KM 90 A dan KM 91 A dalam kurun waktu kurang dari dua jam. Penanganan dengan response time super cepat ini sukses mencegah hilangnya jarak pandang pengemudi yang berpotensi memicu tabrakan beruntun dan kelumpuhan rantai logistik nasional. Kewaspadaan tinggi juga dikerahkan di wilayah padat industri Tanjung Bintang yang sempat menembus 18 kasus karhutla demi mencegah amukan api menjalar ke kawasan industri.

Fakta di lapangan menahbiskan bahwa instansi ini telah bertransformasi menjadi tulang punggung utama jaring pengaman sosial. Hal ini terbukti dari langkah Damkarmat merespons krisis air bersih dengan mengonversi unit logistiknya untuk mendistribusikan lebih dari 97.000 liter air kepada warga pedesaan yang dilanda kekeringan. Tim Penyelamat juga mencatatkan rekor dengan menyelesaikan lebih dari 265 kasus evakuasi non-kebakaran secara presisi, mulai dari netralisasi tumpahan BBM, evakuasi sarang tawon mematikan, hingga ekstraksi ular berbisa di tengah permukiman.

 

Menyadari besarnya risiko dan tingginya beban operasional, Damkarmat melakukan rekayasa sosial preventif dengan meluncurkan program Edukasi Dini Damkar (DUDIDAM) yang telah digelar dalam 154 kegiatan selama tahun 2026. Inovasi digitalisasi tata kelola relawan juga dihadirkan lewat platform SIBALAKAR dan program HANBARGA.

Di sektor keamanan institusi dan swasta, Damkarmat memberikan pelatihan kedaruratan bagi 35 karyawan pariwisata Lummay Villa Resort, menganugerahkan penghargaan kesiapsiagaan pada fasilitas berisiko super-tinggi seperti Lapas Kelas IIA Kalianda, hingga berpartisipasi dalam simulasi skala penuh kecelakaan pesawat komersial di Bandara Radin Inten II.

Sayangnya, rentetan pencapaian luar biasa ini dibayangi oleh krisis infrastruktur yang kian mengkhawatirkan. Berdasarkan inspeksi DPRD setempat, untuk mengkover 17 kecamatan yang membentang sangat luas, Damkarmat saat ini hanya bisa mengandalkan 8 unit armada truk yang dinyatakan layak jalan, sementara 4 unit lainnya teronggok menjadi rongsokan akibat termakan usia.

Posko-posko operasional strategis seperti Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, Sidomulyo, dan Ketapang terpaksa hanya dijaga oleh satu armada tunggal. Kondisi ini melanggar standar keselamatan akademik karena menciptakan “zona buta” yang bisa menelan waktu tanggap melampaui batas standar emas 15 menit.

Ironi ini semakin terasa dengan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sangat restriktif. Dalam Proyeksi Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027, anggaran Damkarmat dibatasi di angka Rp8,7 miliar, di mana sisa belanja modal hanya berkisar Rp467 juta. Nilai tersebut dinilai tidak akan mampu digunakan untuk membeli 1 unit mobil armada baru yang harga pasarnya meroket di angka Rp1,7 miliar hingga Rp1,8 miliar.

Beruntung, di pusaran badai krisis tersebut, stabilitas dan pergerakan Damkarmat didukung oleh kepemimpinan vertikal Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Sang bupati menjatuhkan instruksi politik absolut agar seluruh jajaran perangkat daerah bersiaga penuh dan melipatgandakan kekuatan darurat guna meruntuhkan ego sektoral instansi. Laporan kinerja ini menjadi saksi bisu bagaimana Damkarmat Lampung Selatan terus mendobrak limitasinya, berevolusi dari sekadar satuan reaktif pelumpuh api, menjadi arsitek peradaban mutlak yang melindungi ekologi, sosial, dan ekonomi warganya secara paripurna(*)

Damkarmat Lampung Selatan Bertarung Melawan Kepungan Abu Anak Krakatau Dan Amukan El Nino

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎ Times Akurat News