Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Sengkarut Proyek Pasar Tematik Rp 68 Miliar, Nama PPK Salaffudin di Pusaran Dugaan Korupsi

2
×

Sengkarut Proyek Pasar Tematik Rp 68 Miliar, Nama PPK Salaffudin di Pusaran Dugaan Korupsi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sengkarut Proyek Pasar Tematik Rp 68 Miliar, Nama PPK Salaffudin di Pusaran Dugaan Korupsi

 

LAMPUNG BARAT – Proyek ambisius Pasar Tematik Wisata senilai lebih dari Rp 68 miliar di Lampung Barat kini terancam menjadi monumen korupsi. Digagas sebagai ikon baru, proyek yang didanai APBD 2024 ini justru sarat dengan kejanggalan fatal, mulai dari modus pemecahan paket hingga nilai kontrak yang melebihi anggaran, menyeret nama-nama pejabat penting yang saat itu memegang kendali.

Example 300x600

 

Proyek yang berada di bawah tanggung jawab dua instansi, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopkoperindag) serta Dinas Pariwisata, kini menjadi sorotan publik. Alih-alih transparan, proyek raksasa ini sengaja dipecah menjadi belasan paket, sebuah praktik yang diduga kuat untuk menghindari lelang ketat dan mengatur pemenang.

 

Data lelang menunjukkan pola yang tidak wajar. Proyek fisik dipecah menjadi tujuh area, ditambah paket pematangan lahan dan konsultansi. Analisis mendalam mengungkap efisiensi anggaran yang sangat rendah di hampir semua paket, menjadi indikator kuat adanya kolusi atau pengaturan harga antar peserta lelang.

 

Berikut adalah rincian paket-paket utama yang paling mencurigakan: 

Sengkarut Proyek Pasar Tematik Rp 68 Miliar, Nama PPK Salaffudin di Pusaran Dugaan Korupsi

 

Kejanggalan paling fatal ditemukan pada paket Pembangunan Pasar Tematik Area 2. Nilai kontrak yang disetujui sebesar Rp 7.506.405.981, secara mengejutkan lebih tinggi dari HPS yang ditetapkan, yakni Rp 7.500.000.000.

 

Secara aturan, penawaran yang melebihi HPS seharusnya otomatis gugur. Lolosnya kontrak ini menjadi bukti lemahnya kontrol dan dugaan kuat adanya intervensi. Sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Salaffudin, S.IP, M.IP, adalah orang yang paling bertanggung jawab atas validasi dan pengesahan kontrak yang cacat hukum ini.

 

Rangkaian fakta ini mengindikasikan adanya praktik KKN yang terstruktur. Aparat Penegak Hukum, baik Kejaksaan Negeri maupun Polres Lampung Barat, didesak untuk segera melakukan penyelidikan tanpa pandang bulu. Audit investigatif oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mutlak diperlukan untuk mengungkap potensi kerugian negara.

 

Publik menanti keberanian aparat untuk membongkar skandal ini hingga ke akarnya dan memastikan bahwa puluhan miliar uang rakyat tidak menjadi bancakan koruptor, sekalipun para penanggung jawabnya telah berganti posisi.*RED

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Di Balik Prestasi WTP Mesuji, Bom Waktu Korupsi di Anggaran PUPR 2024. Investigasi mendalam mengungkap dugaan korupsi di Dinas PUPR Mesuji di balik prestasi WTP. Temuan janggal BPK terkait belanja solar fiktif Rp9,3 Miliar menjadi alarm serius untuk potensi penyelewengan APBD 2024.
Investigasi mendalam mengungkap dugaan korupsi di Dinas PUPR Mesuji di balik prestasi WTP. Temuan janggal BPK terkait belanja solar fiktif Rp9,3 Miliar menjadi alarm serius untuk potensi penyelewengan APBD 2024.

Catatan: Deskripsi langsung menyoroti kata kunci utama: korupsi, PUPR Mesuji, WTP, BPK, solar fiktif, dan APBD 2024.

Pemerintahan

KADIS DPLH Bungkam, Dugaan Korupsi di Pesawaran Semakin Menguat. membongkar dugaan korupsi sistematis dalam Rencana Umum Pengadaan Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (DPLH) Kabupaten Pesawaran untuk APBD 2024. Dengan total anggaran Rp 2,45 miliar, analisis mengungkap modus operandi busuk seperti penggelembungan harga (mark-up) brutal pada sewa alat berat dan pakaian dinas, serta pemecahan puluhan paket pengadaan untuk menghindari lelang terbuka. Dugaan semakin diperkuat dengan alokasi anggaran swakelola yang tidak wajar dan berpotensi fiktif. Kepala Dinas DLH, Dra. Linda Sari, M.M., memilih bungkam saat dikonfirmasi, menambah kecurigaan publik atas praktik lancung yang merugikan keuangan negara.

Pemerintahan

Penelitian Proyek Lampung Selatan: Analisis Mendalam Korupsi Sistemik, Jaringan Kekuasaan, dan Proyek Infrastruktur Bermasalah. Artikel ini adalah sebuah laporan investigasi mendalam yang membongkar dugaan korupsi sistemik di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan. Berawal dari temuan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2023 yang mengungkap kelebihan bayar sebesar Rp2,78 miliar pada 11 proyek infrastruktur, investigasi ini menelusuri jejak masalah hingga ke akar sejarahnya, membandingkan pola yang terjadi saat ini dengan skandal korupsi masif era Bupati Zainudin Hasan. Laporan ini juga menyoroti peran kontroversial Kepala Dinas PUPR saat ini, Hasbie Azka, keluhan monopoli proyek dari kontraktor lokal, serta menganalisis munculnya jaringan kekuasaan baru melalui dinasti politik-bisnis keluarga Djausal, yang puncaknya adalah terpilihnya Rahmat Mirzani Djausal sebagai Gubernur Lampung. Secara keseluruhan, artikel ini memetakan “gurita proyek” yang melibatkan simbiosis antara birokrat, politisi, dan pengusaha, yang mengorbankan kualitas infrastruktur dan merugikan keuangan negara.