Kadis ESDM Lampung Hadiri IIGCE 2026, Indonesia Kebut Optimalisasi Harta Karun Panas Bumi 23,2 GW untuk Kedaulatan Energi
JAKARTA – Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung, Ir. Budhi Darmawan, S.T., M.T., bersama Kepala Bidang Energi, Sopan Sopian Atik, S.T., M.M., dalam ajang berskala global, The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026.
Acara strategis yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 19 hingga 21 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi domestik melalui pemanfaatan panas bumi (geotermal) sebagai energi bersih, andal, dan berkelanjutan.
Tahun ini, IIGCE mengusung tema besar “Energy Self-Sufficiency for a Stronger Indonesia: Geothermal as the Baseload Driving Energy Transition and Security”. Tema ini menggarisbawahi urgensi posisi panas bumi bukan sekadar energi alternatif, melainkan sebagai beban dasar (baseload) penopang utama transisi dan keamanan energi nasional.
Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia. Namun, realisasi di lapangan masih menunjukkan ketimpangan yang signifikan antara potensi dan pemanfaatan.
Berdasarkan data terkini yang mengemuka dalam konvensi tersebut, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang diproyeksikan mencapai 23,2 Gigawatt (GW). Ironisnya, kapasitas terpasang saat ini baru menyentuh angka 2,78 GW atau hanya sekitar 11,6 persen dari total potensi yang ada.
Fakta ini menjadi pecutan bagi pemerintah pusat maupun daerah untuk segera merumuskan langkah taktis. Potensi raksasa yang tertidur di perut bumi Nusantara ini harus segera dieksekusi menjadi tenaga listrik nyata untuk memperkuat kedaulatan energi nasional, sekaligus melepaskan ketergantungan pada energi fosil.
Kehadiran delegasi dari Dinas ESDM Provinsi Lampung di IIGCE 2026 mengindikasikan kesiapan daerah dalam menyelaraskan kebijakan energi daerah dengan visi besar nasional. Sebagai salah satu provinsi dengan titik potensi panas bumi yang menjanjikan, langkah proaktif daerah mutlak diperlukan untuk menarik investasi dan mempercepat eksekusi proyek geotermal yang berwawasan lingkungan.
Ketahanan energi adalah pilar utama kekuatan sebuah negara. Dengan komitmen bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan para pemangku kepentingan di sektor energi, target swasembada energi yang ramah lingkungan bukan lagi sekadar retorika, melainkan visi yang segera terwujud. (*)



















