‎ ‎ Times Akurat News
akuratampung.com
Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaBeranda

Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa Lampung, Hujan Abu Turun, Penerbangan di Radin Inten II Dibatalkan

Avatar Of Rivan Firmansyah
5778
×

Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa Lampung, Hujan Abu Turun, Penerbangan di Radin Inten II Dibatalkan

Sebarkan artikel ini
Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa Lampung, Hujan Abu Turun, Penerbangan Di Radin Inten Ii Dibatalkan
Example 468x60

Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa Lampung, Hujan Abu Turun, Penerbangan di Radin Inten II Dibatalkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa Lampung, Hujan Abu Turun, Penerbangan Di Radin Inten Ii Dibatalkan
BANDAR LAMPUNG – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang terjadi secara menerus sejak Sabtu (5/9/2026) dini hari hingga siang WIB berdampak luas bagi Provinsi Lampung. Tiupan angin yang mengarah ke barat membawa material abu vulkanik menyelimuti sejumlah wilayah daratan dan melumpuhkan sebagian aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II.

Berdasarkan pantauan periode pukul 06.00-12.00 WIB pada hari Sabtu, erupsi terus terekam secara intens. Memasuki malam hari, hujan abu vulkanik mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai titik, mulai dari Kota Bandar Lampung, Pringsewu, Kota Metro, hingga Kabupaten Lampung Selatan. Jarak Kota Metro dan Bandar Lampung yang mencapai sekitar 80 km dari pusat erupsi tak luput dari sebaran debu pekat ini.
Dampak abu vulkanik ini cukup mengganggu aktivitas harian warga.
  • Kawasan Natar: Fitrian, salah seorang warga Natar, Lampung Selatan, mengatakan debu mulai terasa usai waktu Magrib dan menebal dengan cepat. “Sampai di lantai rumah bagian dalam juga debunya,” ungkapnya pada Sabtu malam.

 

  • Kawasan Kota Metro: Hal senada dilaporkan oleh Riduwnsyah, warga Kecamatan Kota Metro yang juga mengonfirmasi wilayahnya mulai terdampak paparan debu vulkanik yang membuat mata perih.

 

Example 300X600
  • Respons Pemerintah Kota: Mengantisipasi kondisi jalan raya yang tertutup debu vulkanik, Pemerintah Kota Bandar Lampung menyiagakan penuh armada untuk menyemprot jalan-jalan protokol pada malam hari guna mencegah kecelakaan dan infeksi pernapasan warga.

 

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di darat, tetapi juga mengancam keselamatan jalur udara. Menyebarnya abu vulkanik (volcanic ash) di ruang udara memaksa otoritas Bandara Internasional Radin Inten II mengambil tindakan tegas dengan membatalkan tiga penerbangan pada hari Sabtu (5/9/2026).
General Manager Bandara Internasional Radin Inten II Lampung, Kiki Eprina Arieanti, menegaskan bahwa langkah antisipasi ini murni dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional maskapai. “Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat,” jelas Kiki melalui keterangan resminya.
Daftar Penerbangan Batal pada Sabtu, 5 September 2026:
  • TransNusa 5205 (Rute Cengkareng – Lampung)

 

  • TransNusa 5206 (Rute Lampung – Jakarta)

 

  • Lion Air 242 (Rute Cengkareng – Lampung)

 

Gangguan penerbangan ini diprediksi masih akan berlanjut pada Minggu, 6 September 2026. Sejumlah jadwal penerbangan dikabarkan mengalami penundaan (delay) baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, di antaranya:
  • Garuda Indonesia 073 (Rute Lampung – Jakarta)

 

  • Citilink Indonesia 904 (Rute Cengkareng – Lampung)

 

  • Citilink Indonesia 905 (Rute Lampung – Jakarta)

 

Pihak bandara mengimbau agar calon penumpang tidak sekadar mengandalkan jadwal lama, melainkan terus memantau pembaruan informasi terkini dari maskapai terkait penjadwalan ulang penerbangan mereka.

Menyikapi fenomena ini, Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Suwarno, memperingatkan masyarakat untuk sangat berhati-hati saat beraktivitas di luar ruang. Tingkat paparan abu vulkanik dinilai masih bisa meluas tergantung pada kekuatan dan arah mata angin.
“Abunya mengikuti arah angin. Jadi masyarakat perlu memerhatikan perkembangan arah angin dan informasi dari petugas. Kalau ada sebaran abu, masyarakat sebaiknya menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar untuk menghindari abu masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata,” imbau Suwarno pada Sabtu siang.
Hingga berita ini diturunkan, otoritas terkait terus memantau ketat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau guna mengevaluasi langkah darurat lanjutan, baik untuk keselamatan sipil di daratan maupun di sektor transportasi udara. (*)
Erupsi Gunung Anak Krakatau Landa Lampung, Hujan Abu Turun, Penerbangan Di Radin Inten Ii Dibatalkan
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
‎ ‎
Times Akurat News