Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Selimuti SMAN 2 Kalianda, Damkarmat Terjunkan Armada Pembersihan
KALIANDA – Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat di pesisir Kabupaten Lampung Selatan. Paparan abu vulkanik tidak hanya meninggalkan jejak pekat di jalanan dan kawasan permukiman warga, tetapi kini turut melumpuhkan kenyamanan fasilitas pendidikan, salah satunya di SMA Negeri 2 Kalianda.
Tumpukan abu vulkanik dilaporkan menyelimuti sejumlah fasilitas vital di kompleks sekolah tersebut. Pantauan di lapangan menunjukkan material debu vulkanik menutupi ruang-ruang kelas, tempat ibadah, hingga bangunan mes atau asrama yang dihuni oleh siswa putra dan putri.
Tebalnya intensitas abu yang turun membuat sejumlah ruangan menjadi kotor, berdebu, dan praktis tidak dapat digunakan secara optimal. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar sekaligus mengancam kesehatan pernapasan para penghuni asrama.
Merespons kondisi darurat tersebut, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan untuk melakukan penyemprotan dan pembersihan area.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengonfirmasi adanya permohonan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan darurat yang masuk dari salah seorang tenaga pendidik di SMAN 2 Kalianda.
“Kembali malam ini kami melakukan pembersihan terhadap fasilitas-fasilitas umum. Kami menerima laporan dari seorang guru SMAN 2 Kalianda untuk membersihkan sekolahnya. Saat itu juga, kami langsung bergerak membersihkan sekolah berikut mes putra-putri yang ada di kompleks tersebut,” ujar Rully saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
Dalam operasi pembersihan ini, petugas Damkarmat melakukan penyemprotan air guna merontokkan material abu vulkanik yang menempel di lantai, dinding, maupun fasilitas luar ruangan. Proses pembersihan menyeluruh ini juga menyasar area musala sekolah agar dapat kembali digunakan untuk beribadah dengan nyaman.
Untuk mempercepat penanganan, Rully memastikan armada pemadam telah disiagakan di lokasi. “Kami kerahkan satu unit armada pemadam untuk membersihkan area terdampak secara maksimal,” pungkasnya. (*)
