Rombongan Wartawan Hilang Kontak Saat Menuju Anak Krakatau, Satpolairud Lamsel dan Basarnas Perluas Area Pencarian
LAMPUNG SELATAN — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar digelar di perairan Selat Sunda menyusul laporan hilang kontak satu unit kapal berpenumpang rombongan jurnalis lintas media. Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (9/9/2026), Tim SAR gabungan mulai memfokuskan penyisiran di sekitar perairan Pulau Sebesi, Kabupaten Lampung Selatan.
Rombongan yang terdiri dari delapan orang tersebut dilaporkan berlayar dari Pantai Marina Carita, Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan dan pengambilan dokumentasi sebelum akhirnya hilang kontak di tengah laut.
Operasi SAR gabungan ini melibatkan personel Satpolairud Polres Lampung Selatan, Kapal Patroli KP XXV-2003 Bakauheni, TNI Angkatan Laut, serta tim Basarnas dari wilayah Bakauheni dan Banten.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, Iptu Panpan Hermayadi, mengonfirmasi bahwa seluruh unsur penolong bergerak secara terpadu memanfaatkan armada perahu karet dan kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.
“Personel kami bersama Tim SAR gabungan melakukan pencarian di sekitar Pulau Sebesi. Kami terus berkoordinasi dengan unsur terkait dan mengikuti perkembangan informasi di lapangan untuk menentukan titik pencarian berikutnya,” ujar Iptu Panpan Hermayadi.
Guna mengoptimalkan proses penyisiran, Tim SAR membagi area pencarian menjadi dua titik prioritas. Kapal RIB Basarnas dikerahkan menyisir wilayah perairan luar hingga mendekati Pulau Sebesi, sementara armada perahu karet melakukan penyisiran intensif di jalur perairan Selat Sunda yang diperkirakan menjadi lintasan kapal korban.
Iptu Panpan menjelaskan bahwa pencarian di wilayah perairan laut lepas memiliki tingkat kesulitan tinggi karena dipengaruhi oleh dinamika cuaca, pergerakan arus laut, dan gelombang.
“Pencarian di laut tentu membutuhkan koordinasi dan perhitungan yang matang. Kami menyesuaikan penyisiran dengan perkembangan informasi, kondisi cuaca, arus, dan situasi di perairan,” jelasnya.
Selain manuver di laut, petugas di lapangan aktif membangun koordinasi silang dengan Pihak Syahbandar, pemerintah Desa Pulau Sebesi, serta komunitas nelayan pesisir untuk menghimpun petunjuk tambahan.
Daftar Rombongan yang Dilaporkan Hilang
Berdasarkan data manifest sementara yang dihimpun tim operasi, delapan orang dalam kapal yang hilang kontak tersebut meliputi kru kapal, pemandu, dan awak media:
-
Arta (Nakhoda Kapal)
-
Kasurahman (Anak Buah Kapal / ABK)
-
Bonsai (Pemandu / Guide)
-
Ari Basuki (Jurnalis Merdeka.com)
-
Yudis (Jurnalis iNews)
-
Daus (Jurnalis Kompas)
-
Donal (Jurnalis Lepas / Freelancer)
-
Bagus (Kru Dokumentasi)
Pihak kepolisian menekankan bahwa faktor keselamatan seluruh tim penolong tetap menjadi prioritas utama selama pergerakan operasi berlangsung di Selat Sunda. Pihak kepolisian juga meminta keterlibatan aktif dari warga pesisir yang berada di sekitar jalur pelayaran.
“Kalau ada nelayan atau masyarakat yang melihat kapal maupun tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan rombongan ini, segera laporkan kepada petugas. Informasi sekecil apa pun sangat berarti dalam proses pencarian,” imbau Iptu Panpan.
Hingga berita ini diturunkan, operasi penyisiran bersama Basarnas Banten dan instansi gabungan masih terus berlangsung di sejumlah koordinat strategis Selat Sunda. (*)











