Peningkatan Mutu Pelayanan dan Inovasi Fasilitas Kesehatan RSUD Batin Mangunang Kabupaten Tanggamus
TANGGAMUS, KOTA AGUNG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batin Mangunang yang berlokasi di Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, terus mengukuhkan posisinya sebagai pusat rujukan kesehatan daerah yang krusial. Berdiri di atas lahan seluas 57.925 m² dengan bangunan 11.848 m², institusi berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini telah memegang predikat Akreditasi Paripurna. Di bawah kepemimpinan Direktur dr. Theresia Hutabarat, rumah sakit ini berfokus pada modernisasi fasilitas, perluasan jaminan kesehatan publik, dan pengabdian masyarakat.
Guna menekan tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah, RSUD Batin Mangunang meresmikan empat fasilitas penunjang berteknologi tinggi:
-
Ruang Cathlab: Difungsikan untuk intervensi medis invasif minimal dan penanganan darurat penyakit jantung serta pembuluh darah.
-
Ruang Sitotoksik: Menyediakan ruang pencampuran dan pemberian terapi kemoterapi berstandar aman bagi pasien kanker.
-
NICU (Neonatal Intensive Care Unit): Memberikan perawatan intensif bagi bayi baru lahir berisiko tinggi yang berusia di bawah 28 hari.
-
Perinatologi ICU: Menangani kondisi medis kritis dan pemulihan pasca-krisis bagi bayi di atas 28 hari hingga anak-anak.
Selain itu, digitalisasi telah diterapkan melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk mempercepat layanan, diiringi proyeksi pembukaan unit Hemodialisa di masa mendatang.
Aksi Kemanusiaan HUT ke-20
Memperingati dua dekade berdirinya rumah sakit, RSUD Batin Mangunang menggelar program bakti sosial yang berorientasi langsung pada masyarakat pra-sejahtera di Kabupaten Tanggamus.
| Jenis Program Sosial | Waktu Pelaksanaan | Cakupan Peserta |
| Operasi Bibir Sumbing |
22 Agustus 2026 |
12-14 pasien (terdaftar 15 peserta) |
| Khitanan Massal |
24 Agustus 2026 |
45-50 anak dari keluarga pra-sejahtera |
| Donor Darah Publik |
Rangkaian HUT ke-20 |
Masyarakat umum dan tenaga medis |
Di luar peningkatan infrastruktur, RSUD ini secara konsisten menjalankan program Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB) guna menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Bayi (AKB). Efektivitas layanan BPJS Kesehatan dan kesiapan infrastruktur di rumah sakit ini bahkan mendapatkan konfirmasi dan tinjauan langsung dari Presiden Joko Widodo, yang menilai alur layanan berjalan tertib dan tanpa diskriminasi.
Meskipun sebelumnya sempat menghadapi evaluasi ketat dari inspektorat terkait efisiensi sanitasi dan administrasi, kepemimpinan saat ini berhasil membuktikan kualitas mutu medis yang merestorasi kepercayaan publik terhadap rumah sakit. (*)



















