Universitas Bandar Lampung Menggelar Diskusi Tentang Skripsi Tidak Wajib Bagi Sarjana

Posted by : Zulfikri September 8, 2023 Tags : Keputusan MK , Permendikbud , Rektor UBL

Bandar Lampung, (AL) – Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar diskusi, dengan tajuk “Bincang Dengan Prof. Yusuf Barusman” yang diadakan oleh Universitas Bandar Lampung (UBL), di Gedung Rektorat Lantai II diruang Rapat Rektor, Rektor UBL mengajak Rekan Media berbincang bersama, terkait tidak wajibnya Skripsi S1, serta Keputusan Mahkamah Kontitusi tentang kampanye dikampus, dengan Narasumber Prof. Yusuf Barusman, Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL). Jumat (08/09/2023)

Ia mengutarakan, pihak kampus menyambut baik keputusan Mahkamah Kontitusi terkait kampanye kampus, karna banyak sisi positif yang didapat didalam putusan tersebut.

“Kami pihak kampus menyambut baik atas keputusan menteri tersebut, hal ini akan membuka peluang bagi calon sarjana untuk lebih Inovasi lagi kedepannya,” paparnya

Prof. Yusuf Barusman juga menjelaskan, ia akan membuka opsi-opsi untuk para sarjana yangguna meningkatkan kemampuan bagi mahasiswa.

“Pihak kampus akan membuka opsi-opsi lain bagi sarjana yang akan melakukan tugas akhir, bisa membuat produk, maupun hal lain yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk bersaing dalam dunia kerja,” tambahnya

Mengenai peraturan MK tentang kampanye dikampus, Prof Barusman mengatakan bahwa, pihak kampus akan terbuka untuk siapa saja maupun partai apa saja yang ingin berkampanye, asalkan mengikuti aturan kampus.

“Kampanye dikampus sebenernya sudah dilakukan dari gubernur yang lalu, namun kampanye yang dibenarkan yaitu melalui diskusi publik, siapa pun boleh berkampanye dikampus,” paparnya

Ditanyai lebih lanjut mengenai apakah pihak kampus dapat menjamin netralitas maupun tidak terjadinya money politik, Prof Barusman menjelaskan bahwa tidak bisa menjamin hal itu, karena yang di kedepankan yaitu pendidikan politiknya, bagaimana menilai tokoh politik yang baik.

“Netralitas tidak bisa dijamin, karena yang ingin dijadikan pembelajaran yaitu pendidikan politiknya, sehingga jika ingin berkampanye dikampus, calon legislatif maupun eksekutif tidak diperkenankan membawa simpatisan agar terciptanya kondusifitas,” tutupnya. (Ijul)

RELATED POSTS
FOLLOW US