Pemkot Bandarlampung Tidak Peduli Jalan Rusak Warga Waylunik Panjang Dipungut Sumbangan

Posted by : akuratla May 9, 2023 Tags : Eva Dwiana , Kecamatan Panjang , Lurah Way Lunik

Bandar Lampung, (AL) –

Dengan alasan swadaya masyarakat karena tidak mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung terkait rusaknya Jalan M. Saleh Waylunik Panjang sejak beberapa tahun lalu, membuat sekelompok warga mengatasnamakan Lembaga Pemberdaya Masyarakat (LPM) melakukan Pungutan sebesar Rp.500rb setiap bulannya ke pemilik usaha pengguna jalan di sekitar wilayah tersebut.

Uniknya, pungutan kepada sekitar 22 tempat usaha mengatasnamakan swadaya yang diketahui Dody Marthalaga, Lurah Waylunik dan M. Supriyadi, Camat Panjang dengan maksud untuk memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan, mendapat keluhan pemilik usaha karena kondisi jalan tetap dalam keadaan rusak sementara mereka setiap bulan harus mengeluarkan sejumlah dana untuk perbaikan jalan tersebut.

Diutarakan salah satu warga wilayah setempat, bahwa pungutan yang dilakukan nominalnya Rp.500 Ribu untuk per bulannya.

“Iyaa Mas memang benar Iuran tu Perbulan dibayarkan dan itu mulai dari tahun 2022 sudah rutinitas pembayaran iuran tersebut dilakukan oleh perwakilan LPM Kelurahan tersebut, ini Bukti Kwitansinya masih ada semua kok mas,” ujar Warga sambil nyedorkan Kwitansi yang Ber Cap LPM Kelurahan Way Lunik.

Menanggapi keluhan warga terkait pungutan sejumlah dana dengan alasan perbaikan jalan rusak, Selasa (09/05/2023), Lurah Waylunik Panjang membenarkan adanya pungutan swadaya tersebut bahkan sudah ada sejak beberapa tahun lalu.

“Iya jadi gini, untuk informasi dari tahun 98 sudah dilaksanakan, dulu itu yang jadi ketua dalam Pengumpulan Iuran diketuai oleh gudang kaca, pernah terhenti swadaya sumbangan iuran untuk perbaikan jalan M Salim itu, tapi karna munculnya kepedulian dan keinginan gudang-gudang untuk memperhatikan kerusakan jalan M Saleh yang kian bertambah kerusakannya di laksanakanlah lagi sumbangan tersebut, karna daerah Waylunik ini rancu kebanjiran. Jadi pemilik pabrik ini kan mobilnya besar-besar secara tidak langsung mereka memikirkan juga karna akses jalan yang kian parah kerusakannya, pihak gudang ini musyawarah membuat kesepakatan untuk mengumpulkan uang untuk memperbaiki jalan tersebut,” ujar Dody, Lurah Waylunik.

Dia mengatakan pula jika dalam pengambilan iuran dana tersebut tidak dipaksakan.

“Tapi kita pihak Kelurahan dan Kecamatan memang mengetahui adanya informasi Program Swadaya sumbangan tersebut tapi tidak dipaksakan, karna saya gakmau kalau ada gudang yang tidak ada uang harus tetap membayar, saya tidak mau dong kalau seperti itu,” timpal Dody.

Ketika ditanya soal kwitansi yang bertuliskan sejumlah dana dan dipungut setiap bulannya, Lurah ini berdalih tidak mengetahuinya.

“Kalau untuk Kwintansi ada atau tidaknya saya tidak mengetahuinya, pungutan iuran tersebut dilaksanakan oleh gudang-gudang itu dan mereka yang mengolahnya, dan gudang yang berada di Way Lunik ini sekitar 22 gudang yang berada disini dan kurang lebih sebagian besar mereka ikut berpartisipasi untuk membantu Iuran tersebut,” sanggah Lurah Waylunik.

Pada kesempatan yang sama, M. Supriyadi Camat Panjang juga menjelaskan bahwa program tersebut sebenarnya dari anda untuk anda.

“Soalnya selama saya jadi camat disini setau saya hasil dari sumbangan iuran tersebut sudah trealisasikan 2 kali dari hasil uang yang dikumpulkan itu, kita gunakan uang tersebut untuk tambal jalan yang berlobang dengan batu sabes dan dari pemda setau saya pernah dulu 1 kali dilakukan perbaikan di jalan M Salim ini,” kata Supriyadi Camat Panjang.

RELATED POSTS
FOLLOW US