Arahan Walikota Tidak Berlaku Untuk Kelurahan Perumnas Waykandis Mengenai Larangan Penarikan Kabel

BANDARLAMPUNG, (AL) -Warga Perumnas Waykandis mengeluhkan proyek pemasangan instalasi jaringan Fiber Optic (FO) untuk XL Home yang dikerjakan PT. NET dibawah Naungan PT. Iforte yang dilaksanakan di wilayah Kelurahan Perumnas Waykandis, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung

pada sejumlah titik di wilayah Kecamatan Tanjung Senang, Bandar Lampung pada Bulan Juli 2023, yang berdampak langsung ke masyarakat dan terlihat semraut dan dapat membahayakan pengguna jalan.

Pantauan akuratlampung.com, Selasa (18/07/2023) di sejumlah lokasi pemasangan jaringan kabel fiber optik, terdapat pada sejumlah kawasan, seperti sisi Jalan Perumnas Waykandis sampai ke Jalan Pulau Damar, serta sejumlah titik lainnya.

Pada sejumlah kawasan, proyek pemasangan instalasi kabel fiber optik dari PT NET, dikeluhkan warga dikarenakan proyek tersebut asal main tanam tiang dan kabel FO tanpa seizin warga setempat.

Sejumlah warga beberapa kawasan lainnya juga mengeluhkan dan merasa takut kabel tersebut mengandung unsur listrik maupun rentan putus

“Penanaman tiang selain rawan rubuh, juga kabel FO yang serabutan membahayakan pengguna jalan serta merusak estetika keindahan khususnya Kota Bandar Lampung mas, tapi namanya mungkin yah sudah diizinkan pihak Lurah Perumnas Waykandis mas, mangkanya bisa dilaksanakan,” ujar Nanda

Warga menduga pekerjaan penanaman tiang kabel FO sangat ceroboh dikarnakan pihak pekerja tidak mementingkan keselamatan dan tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) sementara pekerjaan proyek diduga tarik asal-asalan.

Nanda, salah satu warga sekitar Kegiatan FO, kepada wartawan mengatakan, proyek pemasangan instalasi kabel fiber optik merupakan kebutuhan masyarakat, hanya saja dia berharap, proyek tersebut tidak menyusahkan masyarakat.

“Kalau kerja asal-asalan seperti ini, otomatis yang mendapat resiko kerugian adalah masyarakat,” kata Nanda di kediamannya, Selasa (18/07/2023).

Dia menilai, kontrakator yang mengerjakan proyek tersebut, tidak melakukan pengawasan intens agar tidak terkesan asal-asalan, 

“Kontraktornya asal kerja, kalau kerja harus pantau terus, agar supaya tidak ada kesalahpahaman antara para pekerja dengan masyarakat, kami warga masyarakat maupun pengendara tidak pernah diperlihatkan untuk legalitas perizinan nya, yang terkesan diduga ditutup-tutupin pihak Kelurahan Perumnas Way Kandis,” tandasnya Nanda Pengguna Jalan

Dia menyayangkan sikap kontraktor pelaksana hingga pengawas pekerjaan, 

“Masyarakat bukan tidak suka dengan pekerjaannya,tapi tidak suka dengan cara kerjanya yang bisa dibilang asal jadi, karena pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan keinginan masyarakat,” ujarnya.

Disisi lain Camat Tanjung Senang, mengatakan jika pihak kecamatan sudah mengintruksikan Stop, dan hanya memberikan izin untuk sosialisasi untuk marketingnya

“Saya sudah mengintruksikan Pihak Lurah untuk memberhentikan pekerjaan tersebut, dan kami hanya mengizinkan perihal sosialisasi Marketing nya saja,” papar Camat Tanjung Senang

Sementara saat dikonfirmasi PT. NET, Hilmi mewakili pihak PT. Iforte untuk pekerjaan XL Home, terkait keluhan warga dari pelaksana proyek pengerjaan jaringan FO, ia mengatakan semua sudah sesuai prosedur dan pihaknya sudah izin keDinas maupun ke kelurahan Perumnas Way Kandis. 

“Kami kerjakan sudah sesuai prosedur dan jalur FO yang digelar sudah berizin ke Dinas terkait, maupun ke bu Lurah Perumnas Waykandis sudah mengizinkan,” aku Hilmi selaku koordinator Pekerja

Ia pun menjelaskan jika mereka sudah kordinasi ke pihak kelurahan setempat maupun ke RT setempat.

“Kami gak mungkin mas jika narik kalau belum ada izin, kami sudah diizinkan dengan bu lurah, ini fotonya kami ada bersama bu lurah, dan kami sudah ketemu juga dengan pihak RT setempat,” tegas Hilmi saat dikonfirmasi

Disisi lain Bu Susiana Selaku Lurah Perumnas Waykandis, saat ingin dikonfirmasi mengenai perihal yang diduga pihak kelurahan mengizinkan dilaksanakannya penarik kabel tersebut, ia serasa menghindar dan terkesan alergi terhadap jurnalis.

“Aduh mas dari mana yah, kalau dari media jangan foto-foto kelurahan yah mas, saya tidak izinkan. saya juga ditelpon Pak Camat Eri Arifandi untuk menghadapnya,” hindarnya Susiana Lurah Perumnas Waykandis .(Fikri)

RELATED POSTS
FOLLOW US